Kamis, 24 September 2009

Hari Raya Idul Fitri telah berlalu. Berharap 11 bulan yang akan datang hati kita tetap senantiasa FITRI. AMIN. Bagi yang mudik dan mau kembali, penulis mengucapkan selamat dalam perjalanan pulang.
Melanjuti duskusi minggu lalu, kini akan dibahas point 4 dari Analisa Kekuatan Skenario Film Perjalanan Kenangan. Selamat Membaca, dan ditunggu komentnya.
Salam,
Penulis

4. Penggunaan kereta api dalam kisah ini bukan hanya sebagai alat transportasi melainkan juga sebagai simbol dalam jalinan kisah tersebut.

Kereta api di Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan mempunyai empat fungsi:
1. Alat transportasi utama bagi para tokoh. Sebab dalam perjalanan kereta api itulah kisah Perjalanan Kenangan berawal, berjalan dan berakhir. Dalam kelamnya malam. Dalam derasnya hujan. Para tokoh terkenang akan masa lalu mereka tanpa membicarakannya. Itulah mengapa skenario ini diberi judul: PERJALANAN KENANGAN.
2. Rangkaian simbolis dalam jalinan kisah tersebut. Seperti disebutkan, kereta api mempunyai pesan simbolis yang hendak disampaikan. Ambil contoh penggunaan symbol kereta api dalam opening title sequence, seperti berikut ini.


SC.02. EXT. JALAN RAYA – LINTASAN KERETA – MALAM.

Beberapa CUT TO ruas jalan macet, di antara gedung pencakar langit.

INSERT:

Kereta melaju di bawah jembatan layang yang dipadati kendaraan.

CUT TO:

Padakah teman2 dapat mengira, apa sih, yang ingin disampaikan dalam scene ini?

Mungkin ada yang bertanya, mengapa harus ada shot tentang kereta api yang melaju di bawah jembatan layang, di antara padatnya kendaraan? Atau, kenapa tidak dipilih tempat lain untuk scene ini, misalnya stasiun? Ini kan, scene awal!
Jawaban:
Kereta api melaju di bawah jembatan layang, bisa disimbolkan situasi tokoh dalam kondisi tertekan, di antara padatnya kendaraan, menyimbolkan hiruk-pikuk kehidupan yang berjalan tidak sesuai dengan harmoni.
Kehidupan sendiri adalah rangkaian kehidupan, jauh sebelum kita.
Kita ada berkat orangtua kita. Orangtua kita ada karena nenek-kakek. Nenek-kakek karena ada nenek moyang, dan seterusnya hingga akhirnya sampailah pada titik awal. Yaitu penciptaan Adam dan Hawa. Inilah symbol dari jembatan layang. Penghubung antara masa lalu, masa kini dan masa depan.
Jadi kehidupan kita, sudah jauh dari yang kita kira sebelumnya. Jauh dari stasiun. Dan kita masih dalam perjalanan. Begitu pun apa yang terjadi di masa lalu, di masa kini dan di masa depan. Akan saling terkait seperti rel kereta, yang tidak bisa terpisahkan.
Simbolisasi ini tidak bisa divisualisasikan dengan baik bila alat transportasinya menggunakan moda transportasi lain, seperti kapal, pesawat, mobil atau motor, terlebih becak! Iya ‘kan?

Dalam buku Skenario Film Perjalanan Kenangan, masih ada beberapa symbol lain yang menggunakan kereta api sebagai symbol visualnya. Bisakah teman2 coba jelaskan?

Kamis, 17 September 2009

Sebelum melanjutkan diskusi Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan, dan untuk menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1430 H, perkenankan penulis mengucapkan Minal Aidhin Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga kita semua menjadi orang yang bertakwa di hari yang fitrih, dan terus berlanjut hingga 11 bulan ke depan karena itulah hakikat puasa yang sebenarnya.

Bersama ini penulis juga ingin mengucapkan Minal Aidhin Wal Faizin dan terima kasih yang tak terhingga kepada:
MIKAEL JOHANI.
SITA SHIDHARTA.
BERNIS HELENA.
ARIS NUGRAHA.
IMAM HILLMAN.
EVI WIDIARTI.
ARMANTONO.
Terspecial JUJUR PRANANTO
Sekali lagi penulis mengucapkan terima kasih, dan selamat berlebaran.

Melanjutkan diskusi minggu lalu, maka kita sudah sampai pada point ke-3 dari Analisa Kekuatan Skenario Film Perjalanan Kenangan. Berikut point-nya:


3. Didukung aktris dan aktor terbaik Indonesia saat ini, yang bukan hanya pandai berakting tapi juga bernyanyi, sehingga dapat mengisi sound-track film bila skenario ini diproduksi. Baik menyanyikannya secara trio, duo ataupun solo.

CATATAN: Nama-nama dalam daftar casting adalah nama yang sangat diharapkan dapat bermain bila skenario ini diproduksi. Dan untuk point ini, akan dibahas lebih lengkap pada topik Profil Tokoh Perjalanan Kenangan.

Kepada semua teman2 yang telah membaca diskusi ini, saya juga mengucapkan Minal Aidhin Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Dan berterima kasih karena berkenan membaca diskusi sederhana ini. Namun begitu, saya sangat menunggu komen, saran atau bahkan kritis atas diskusi ini.

Assalamualaikum wr wb
Kurniawan Todi
Penulis Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan

Minggu, 13 September 2009

Setelah tahu format skenario film puisi Perjalanan Kenangan, mungkin ada yang bertanya, untuk apa sih ada puisi yang melatar-belakangi credit title? Jawabannya ada di point ke-2 dari Analisa Kekuatan Skenario Film Perjalan Kenangan, seperti yang tertulis di bawah ini:

2. Puisi yang disampaikan merupakan isi, spirit, sekaligus kekuatan bagi skenario ini, sehingga kisah dalam skenario ini dimulai, berjalan, dan berakhir.

Point ini merupakan penjelasan fungsi puisi tersebut. Jadi puisi itu bukan sekedar puisi, tanpa ada kaitannya dengan cerita Perjalanan Kenangan secara keseluruhan. Puisi ini punya benang merah yang amat kuat, tersirat dalam setiap adegan dalam skenario film Perjalanan Kenangan.
Puisi itu menggambarkan betapa agungnya cinta, yang patut diperjuangkan dengan segenap jiwa dan raga, walau disana ada onak dan duri, ada suka dan duka. Cinta itu penuh tantangan. Seorang pencinta harus berani menempuh semua tantangan tersebut.
Tapi jangan lupa, dimana pun kita melabuhkan cinta kita pada yang tercinta, masih ada cinta yang lebih kuat, lebih hebat dan lebih dahsyat, yaitu cinta ibu. Yang selalu memanggil kita dalam setiap doanya.
Penjelasan selengkapnya tentang puisi ini, dapat kamu lihat nanti pada diskusi berikutnya. Jadi pastikan, kamu terus mengikuti diskusi buku Skenario Film Perjalanan Kenangan.

Kamis, 03 September 2009

Melanjuti diskusi minggu lalu, kita bahas lagi kelanjutannya. Selamat membaca!
Seperti judulnya, Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan, dan bukan buku kumpulan puisi, maka puisi tersebut harus diterjemahkan dalam bentuk skenario, yang harus mampu divisualisasikan, karena skenario adalah bahasa visual yang harus dapat direkam kamera.

Berikut adalah kutipan puisi dalam format skenario, yang dapat kamu lihat selengkapnya di simple chapter http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-28703/skenario-film-layar-lebar-perjalanan-kenangan.html.

Warning!
Kamu harus kreatif berimajinasi untuk dapat menyelami intisari dari puisi tersebut yang divisualisasikan dalam berbagai bentuk adegan yang melatar-belakangi creadit title.

Selamat berimajinasi!
Pastikan imajinasimu seluas samudera!

-------------------------------------------------------------------------------------

TITLE CARD 1

FLASHES:

SC.01 RANGKAIAN ADEGAN MELATAR-BELAKANGI CREDIT TITLE.

-(Ext. Pantai – Pagi). Kamera TILT UP dari laut yang tenang ke lepas pantai, berlatar belakang gunung dengan awan-awan putih berarak di atasnya.

RINA (V.O.)
Jika pujangga cinta memanggilmu.
Datanglah. Cinta akan membawamu mendaki gunung.

-(Ext. Tebing – Jurang – Kawah – Pagi). Kamera LS tebing yang tinggi, jurang yang dalam, dan kawah yang aktif.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Di sana tebing, jurang, magma.

-(Ext. Hutan – Siang). Kamera TRACK IN hutan tropis yang dialiri sungai deras.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Terhampar permadani hijau berseri.

-(Ext. Air Terjun – Sore). Kamera TILT UP dari gemericik air di telaga ke puncak air terjun.

RINA (V.O.) (CONT’D)
-----------------------------------------------------------------------------------
Sungai, sutra bertingkat.

-(Ext. Laut – Kapal Nelayan – Malam). Berawal dari layar yang dikembangkan. Tampak kapal melaju di laut lepas.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bila kidung cinta menuntunmu.
Ikutilah. Kembangkan layar menuju laut harapan.

CUT TO:

Laut diliput badai. Sebuah kapal terombang-ambing di atasnya.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Ombak, gelombang, badai.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Pantai – Kapal Nelayan dan Kapal Pesiar Mewah – Siang). Dari untaian mutiara yang berkilauan, kamera TILT DOWN jaring yang direntangkan, lalu ikan-ikan berluncuran di atas dek kapal.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Mutiara. Terbentang karunia.

Kamera LS kapal pesiar mewah melintasi tepi pantai yang indah.

RINA (V.O.) (CONT’D)
-------------------------------------------------------------------------------------
Angin, pembawa kabar gembira.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Alun-alun Kota Tua – Sore). Kawanan burung merpati terbang di atas alun-alun kota tua, bertengger di ranting pohon dan gedung.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bila bait cinta menyerumu. Terbanglah. Bentangkan sayap bagai pujian surgawi.

-(Ext. Pesisir Pantai – Malam). Kilat, petir, dan badai, melanda daerah di pesisir pantai dengan laut yang bergejolak.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Kilat, petir bergemuruh, pusaran angin.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Gunung – Pagi). Matahari terbit di balik pegunungan di langit pagi yang cerah.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Tempat matahari terbit.

-(Ext. Langit – Malam). Di langit tampak bulan purnama dihiasi bintang-bintang.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bulan terbenam, bintang gemerlap.
------------------------------------------------------------------------------------
-(Ext. Perempatan Jalan – Pagi). Setelah lampu lalu lintas berwarna kuning, kendaraan melaju.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Namun, kemana pun cintamu berlayar.

-(Ext. Bandara dan Pelabuhan Tua – Siang). Pesawat mendarat di landasan. Kapal tua berlabuh di dermaga tua.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Berlabuhlah. Berlabuhlah di dermaga penuh restu.

Kamera TRACK IN wanita tua yang duduk termangu seorang diri di tepi dermaga, kemudian berpaling pada kapal yang bersandar.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Cinta abadi Sang Ibu.

Para penumpang berlalu meninggalkan wanita tua tersebut.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Dalam diam memanggil.

Kamera CLOSE UP wanita tua yang kembali tertunduk sendu.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Dalam diam berdoa.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Taman Bunga – Siang). Sekuntum bunga anggrek bulan mekar di taman bunga.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bagi tunas-tunas taman eden.

-------------------------------------------------------------------------------------
Jadi teman2, inilah yang menyebabkan skenario film Perjalanan Kenangan beda dari skenario film pada umumnya, dan menjadi hal baru karena menvisualisasikan puisi dalam credit title-nya. Hal yang membuatnya istimewa.