Minggu, 01 November 2009

Simple Chapter Skenario Film Perjalanan Kenangan

FLASHES:

RANGKAIAN ADEGAN MELATAR-BELAKANGI CREDIT TITLE.

-(Ext. Pantai – Pagi). Dari laut tenang di lepas pantai, berlatar-belakang gunung dengan awan putih berarak di atasnya.

RINA (V.O.)
Jika pujangga cinta memanggilmu. Datanglah. Cinta akan membawamu mendaki gunung.

-(Ext. Tebing – Jurang – Kawah – Pagi). Sebuah tebing tinggi menghadap ke laut. Jurang dalam, dan kawah aktif yang diselimuti kabut belerang.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Di sana tebing, jurang, magma.

-(Ext. Hutan – Siang). Sungai deras membelah hutan tropis.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Terhampar permadani hijau berseri.

-(Ext. Air Terjun – Sore). Dari gemericik air di telaga ke puncak air terjun.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Sungai, sutra bertingkat.

-(Ext. Laut – Kapal Nelayan – Malam). Berawal dari layar yang dikembangkan, kapal melaju di laut lepas.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bila kidung cinta menuntunmu. Ikutilah. Kembangkan layar menuju laut harapan.

CUT TO:

Laut diliput badai. Sebuah kapal terombang-ambing dihantam badai.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Ombak, gelombang, badai.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Pantai – Kapal Nelayan dan Kapal Pesiar Mewah – Siang). Dari untaian mutiara yang berkilauan, ke jaring yang direntangkan, lalu ikan-ikan berluncuran di atas dek kapal.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Mutiara. Terbentang karunia.

Kapal pesiar mewah melintasi tepi pantai yang indah.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Angin, pembawa kabar gembira.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Alun-alun Kota Tua – Sore). Kawanan burung merpati terbang di atas alun-alun kota tua, bertengger di ranting pohon rindang dan gedung kuno.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bila bait cinta menyerumu. Terbanglah. Bentangkan sayap bagai pujian surgawi.

-(Ext. Pesisir Pantai – Malam). Kilat, petir dan badai, melanda daerah pesisir pantai dengan laut yang bergejolak.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Kilat, petir, pusaran angin.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Gunung – Pagi). Matahari terbit di balik pegunungan di langit yang cerah.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Tempat matahari terbit.

-(Ext. Langit – Malam). Di langit, bulan purnama dihiasi bintang-bintang.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bulan terbenam, bintang gemerlap.

-(Ext. Perempatan Jalan – Pagi). Setelah lampu lalu-lintas berwarna kuning, kendaraan melaju.


RINA (V.O.) (CONT’D)
Namun, ke mana pun cintamu berlayar.

-(Ext. Bandara dan Pelabuhan Tua – Siang). Pesawat mendarat di landasan. Kapal tua berlabuh di dermaga tua.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Berlabuhlah. Berlabuhlah di dermaga penuh restu.

Seorang wanita tua berpakaian tradisional duduk termangu di tepi dermaga, berpaling ke kapal yang bersandar.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Cinta abadi Sang Ibu.

Para penumpang berlalu meninggalkan wanita tua tersebut.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Dalam diam memanggil.

Wanita tua itu kembali tertunduk sendu.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Dalam diam berdoa.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Taman Bunga – Siang). Sekuntum bunga anggrek bulan mekar di taman bunga.


RINA (V.O.) (CONT’D)
Bagi tunas-tunas taman eden.

CUT TO:

EXT. JALAN RAYA – LINTASAN KERETA – MALAM.

Warna-warni lampu kendaraan berkelebat cepat di atas jembatan Semanggi. Beberapa SHOT ruas jalan macet, di antara gedung-gedung pencakar langit.
Sebuah kereta KRL melaju di bawah jembatan layang yang dipadati kendaraan. Pemukiman penduduk berkelebat cepat. Begitu juga pohon-pohon dan deretan lampu pijar.
Kereta KRL melewati stasiun dengan deretan bangku kosong di peron.

CUT TO:

EXT. JALANAN – TAKSI – MALAM.

Dari puncak gedung perkantoran, melintas taksi di bawahnya. Dikemacetan lalu-lintas.
Di jok belakang, Rina, 21 tahun, duduk gelisah, sesekali melirik jam tangan, lalu berpaling ke luar jendela.
Di sisi kiri, deretan pohon berdiri di tepi sungai. Lampu penerang jalan redup. Angin kencang bertiup. Menerbangkan daun-daun kering.
Di seberang sungai, suasana amat gelap. Dan mendadak terang benderang dari lampu kereta KRL yang melaju cepat. Lalu kembali gelap.
Dengan jenuh Rina menoleh ke depan. Macet. Rina melirik jam tangan, dan semakin gelisah.

CUT TO:

INT. RUMAH SAKIT – RUANG RAWAT INAP – MALAM.

Di tempat tidur, Ibu tertidur. Wajahnya pucat dan tubuhnya kurus kering. Tanda-tanda usia tua terlihat jelas di wajahnya, yang baru berusia 45 tahun. Tulang pipinya menonjol. Masker ok-sigen yang dipakai tidak mampu menutupi wajah Ibu yang kurus. Rambutnya sebagian telah beruban dan tipis. Jarum infus menusuk lengannya yang kurus.

CUT TO:

EXT. JALANAN – TAKSI – MALAM.

Mata Rina berkaca-kaca, tertunduk sedih.

CUT TO:

FLASHBACK

EXT. ESTABLISHING SHOT: RUMAH RINA – MALAM.

CUT TO:

INT. RUMAH RINA – RUANG TAMU – MALAM.

Ibu berdiri menghadap ke dinding. Di depannya ada buffet panjang ditutupi taplak meja. Di atasnya ada vas bunga dan hiasan keramik. Juga beberapa bingkai foto Ibu bersama Ayah dan Rina.
Perlahan tangan Ibu gemetar, terjulur kaku ke paku yang tertancap di dinding. Wajah Ibu pucat penuh kesedihan. Bibirnya gemetar. Mata-nya berkaca-kaca.
Di dinding terdapat foto keluarga Rina. Dari kiri ke kanan, foto Ayah dan Ibu, foto Rina berusia 20 tahun, dinding kosong yang hanya ada tiga buah paku tertancap di sana tanpa ada bingkai foto, lalu kembali foto Rina berusia 20 tahun, terakhir foto Ayah dan Ibu.
Tangan Ibu semakin mendekati paku. Keringat membasahi kening Ibu, sedang tangan kirinya memegang dada. Menahan nyeri.
POV Ibu yang memandang BLURRED dinding di depannya, lalu jatuh berlutut. Mencoba bertahan dengan menarik taplak meja dengan tangan kanannya.
Saat Ibu jatuh ke lantai, taplak meja ikut tertarik bersamanya, berikut perabotan di atas buffet. Semua berjatuhan ke lantai. Menimbulkan suara keras pecahan keramik dan kaca.

CUT TO:

Dari lantai atas kamera FLASH SHOT Rina yang berlari cemas menuruni tangga. Terkejut melihat Ibu tergeletak pingsan di lantai yang penuh dengan pecahan keramik dan kaca.

RINA
(Teriak)
Ibuuu…!!!

Rina berlari memeluk Ibu. Dari keningnya darah mengalir terkena pecahan kaca. Melihatnya Rina menjerit, menangis, memeluk Ibu di pangkuannya, berlatar-belakang foto keluarga Rina di dinding.

FLASHBACK BERAKHIR

CUT TO:

EXT. ESTABLISHING SHOT: STASIUN GAMBIR – MALAM.

CUT TO:

EXT/INT. STASIUN GAMBIR – MALAM.

Rina menghapus airmatanya. Turun dari taksi, Rina berjalan ke loket karcis jurusan Jakarta-Yogyakarta, lalu naik ke lantai atas stasiun.

CUT TO:

EXT. STASIUN GAMBIR – KERETA API – MALAM.

Rina masuk ke gerbong kereta, mencari tempat duduk.

CUT TO:

Rina memandang ke luar jendela. Perlahan kereta meninggalkan stasiun. POV dari jendela Rina, terlihat para pengantar yang menjauh di peron berlatar-belakang Tugu Monas. Lalu POV dari luar jendela, Rina yang berpaling dan merunduk sedih.

FLASHBACK

CUT TO:

INT. RUMAH SAKIT – RUANG TUNGGU – SORE.

Kamera CLOSE UP dua tangan perempuan yang duduk berhadapan.

TANTE OCTA (O.S.)
(Mengulurkan secarik kertas)
Ini alamat Rani. Cepat cari dan jemput dia, sebelum penyakit Ibumu makin parah.

Rina menerima selembar kertas yang diberikan Tante Octa.

TANTE OCTA (CONT’D) (O.S.)
Ingat! Kamu harus menemukannya!

Rina menggenggam kertas itu erat-erat.

FLASHBACK BERAKHIR

CUT TO:

EXT. LINTASAN KERETA API – KERETA API – MALAM.

Rina memegang selembar kertas, memandanginya dengan mata berkaca-kaca.
Rina menghapus air matanya, menatap sendu ke luar jendela. POV Rina melihat kawasan pemukiman kumuh.

RINA (V.O.)
Aku harus pergi. Semua salahku. Sekarang aku harus menebusnya. Aku enggak mungkin biarin Ibu terus-terusan sakit.

RINA (V.O.) (CONT’D)
(Menangis)
Gimana pun, aku harus pergi!

CUT TO:

Kareta melintasi salah satu rel yang bercabang-cabang.

CUT TO:

Sepanjang perjalanan, Rina termangu, memandang ke luar jendela dengan sendu.

CUT TO:

ESTABLISHING SHOT: STASIUN TUGU – PAGI.

CUT TO:

EXT/INT. STASIUN TUGU – PAGI.

Roda kereta memasuki stasiun. Kereta api lalu berhenti. Dari gerbong kereta, Rina turun bersama para penumpang menuju:

Kamis, 22 Oktober 2009

Hi, teman2. Sebagaimana diketahui, topic diskusi buku Skenario Film Perjalanan Kenangan yang membahas Analisa Kekuatan Skenario Film sudah selesai. Kini kita akan membahas topic baru, yaitu Profil Tokoh Perjalanan Kenangan.
Nama-nama aktris/actor yang ada dalam daftar ini merupakan aktris/actor yang sangat diharapkan membintangi film ini nanti. Untuk hal ini, dalam versinya penulis. Bukan tanpa alasan mereka dipilih.
Pertama, mereka dipilih karena sudah terbukti sebagai aktris/actor potensial dan berbakat di perfilman Indonesia saat ini. Kedua, selain pandai berakting, khusus pemeran utama, sangat diharapkan dapat mengisi soundtrack filmnya sekaligus. Supaya lebih romantis dan ada chemistry antara soundtrack dengan film. Jadi selain harus bisa acting, juga harus bisa nyanyi.
Siapakah mereka? Berikut Profil Tokoh Perjalanan Kenangan.



Perjalanan Kenangan
Cerita & Skenario : Kurniawan Todi


PROFIL TOKOH



1. RINA
Rina adalah gadis cantik berusia 21 tahun, seorang mahasiswi. Tipologi fisik ideal, menarik. Rina adalah kakak Rani dan kekasih Thio. Namun kedatangan Rani ke rumah saat liburan kuliah, menimbulkan hasrat cinta antara Rani dan Thio tanpa diketahui Rina. Bagaimanapun sayangnya Rina kepada Rani sebagai seorang kakak, tapi begitu tahu adik dan pacarnya malah mengkhianatinya, Rina menjadi sangat marah dan kecewa pada keduanya. Hati Rina baru mencair ketika tanpa sengaja mendengar ketulusan cinta antara Rani dan Thio, hingga akhirnya Rina menolong Rani agar dapat pergi dengan Thio setelah ayah melarang mereka bertemu.
CASTING: Bunga Citra Lestari

2. RANI
Rani adalah gadis cantik berusia 20 tahun. Tipologi fisik ideal, menarik. Mahasiswi Universitas Diponegoro. Saat liburan kuliah, Rani datang ke Jakarta, dan dikenalkan dengan Thio, kekasih Rina. Tanpa disadari, keduanya jatuh cinta pada pandangan pertama, padahal Rani sudah punya pacar di Semarang bernama Bayu. Namun mereka berusaha menyembunyikannya karena tidak ingin membuat Rina sedih dan kecewa. Rani pun memutuskan kembali ke Semarang sebelum liburannya berakhir. Siapa sangka, saat Rani hendak pergi, Thio malah menyatakan cintanya. Rina jadi marah dan pergi. Takut terjadi sesuatu yang buruk dengan kakaknya, Rani ikut dengan Thio mencari Rina. Keputusan yang menjadikan segalanya menjadi lebih buruk.
CASTING: Acha Septriasa

3. Thio
Thio adalah pemuda tampan berusia 21 tahun. Tipologi atletis dengan karakter penuh perhatian terhadap perempuan yang dicintainya. Sebagai mahasiswa, Thio terlibat di klub basket. Sebenarnya Thio type pria yang setia. Hubungan cintanya dengan Rina diawali kekecewaan Thio pada Wulan, mantan kekasih yang telah mengkhianatinya. Hubungan itu goyah saat Thio menemukan cinta sejatinya pada diri Rani. Sehingga Thio berusaha menyatakan cintanya pada Rani tanpa peduli apakah Rani akan menerima atau menolaknya, tepat sebelum Rani pergi ke Semarang. Rina yang mengetahui semua itu, jadi sangat kecewa dan marah terhadapnya.
CASTING: Evan Sanders

4. IBU
Ibu adalah seorang ibu rumah tangga berusia 45 tahun. Tipologo ideal. Sangat menyayangi keluarganya, penuh perhatian dan penyabar. Saat mengetahui kedua putrinya terlibat cinta segi tiga dengan seorang pemuda, yaitu Thio, ibu sangat kecewa kepada Rani dan Thio, tapi tidak juga menyalahkan mereka. Karena cinta adalah urusan hati dan beranggapan bila kedua putrinya juga Thio, sudah cukup dewasa dalam menghadapi persoalan ini. Ibu tetap berusaha menjaga perasaan Rina dan Rani. Namun kepergian Rani yang tanpa kabar berita menggerogoti jiwanya yang terus bersedih hingga ibu jatuh sakit.
CASTING: Mariam Belina

5. AYAH
Ayah adalah lelaki berusia 50 tahun. Seorang professional. Tipologi atletis dengan karakter tegas, disiplin, keras dan mudah emosional. Mengetahui hubungan cinta segitiga antara Rina, Rani dan Thio membuatnya marah besar, hingga Thio dilarang keras bertemu dengan kedua putrinya, bahkan datang ke rumahnya pun diusir. Sebagai seorang ayah, ia merasa disepelekan. Thio dianggap hanya mempermainkan putrinya saja. Karena sikap kerasnya, ayah tidak peduli ketika Rani kabur dari rumah bersama Thio. Sikapnya itu membuat ibu sedih karena merindukan Rani, dan mengkhawatirkannya.
CASTING: Joshua Pandelaki

6. SARI
Sari adalah sahabat Rina berusia 21 tahun. Tipologi ideal menarik. Sari seorang yang penuh perhatian dan dewasa dibanding dengan Ayu, yang rada kurang nyambung bila diajak bicara. Sebagai sahabat, Sari sangat ingin melihat Rina gembira. Untuk itu dia mengajak Rina datang ke pesta valentin yang diadakan Ayu, sahabat mereka juga. Ini mereka lakukan supaya Rina tidak terus menjomblo. Rina yang semula menolak akhirnya setuju datang setelah berkenalan dengan Thio. Sari tak menduga bila hubungan Rina dan Thio akan berujung kepedihan bagi sahabatnya.
CASTING: Adinia Wirasti

7. AYU
Ayu adalah sahabat Rina berusia 21 tahun. Tipologi ideal menarik. Ayu berbeda dengan Sari. Ayu agak kurang nyambung bila diajak bicara dan cendrung emosional tanpa berpikir panjang lebih dulu. Ayu dan Sari merencanakan pesta valentin di rumahnya, agar Rina cepat punya kekasih. Ayu dan Sari terkejut saat mengetahui Rina telah berkenalan dengan bintang basket kampus, Thio, se-hari sebelum hari valentin.
CASTING: Nadia Saphira

8. AGUS
Agus adalah sahabat Thio berusia 21 tahun. Tipologi atletis dan tampan. Agus sangat perhatian sama Thio. Agus ikut sedih ketika tanpa sebab yang jelas Wulan, kekasih Thio, mengkhianati sahabatnya itu. Sebelumnya Agus telah mengingatkan Thio kalau Wulan itu playgirl, tapi Thio tidak peduli. Untuk menghiburnya, Agus mengajak Thio datang ke pesta valentin Ayu, dan memperkenalkannya dengan Rina. Agus kecewa ketika tahu Thio belum sepenuh melupakan Wulan.
CASTING: Ruben Elishama

9. WULAN
Wulan adalah seorang mahasiswi cantik berusia 21 tahun. Tipologi Wulan ideal menarik dan seksi. Wulan dikenal sebagai playgirl, tapi Thio tidak peduli bahkan yakin kalau Wulan sangat mencintainya. Kepada setiap pria, Wulan selalu bersikap manja sehingga menarik setiap pria untuk mendekatinya. Saat Thio memergoki Wulan bermesraan dengan pria lain, dengan enteng Wulan mencampakkan Thio.
CASTING: Jessica Iskandar

10. TANTE OCTA
Tante Octa adalah adik dari ayah Rina dan Rani. Tipologi ideal. Berusia sekitar 45 tahun. Tante Octa sangat perhatian dan penyayang. Ia sangat khawatir ketika istri kakaknya menderita sakit. Tante Octalah yang berinisiatif mencari keberadaan Rani yang telah setahun setengah kabur dari rumah tanpa kabar berita. Setelah tahu, penyakitnya hanya dapat disembuhkan dengan kehadiran Rani di dekat ibu.
CASTING: Henidar Amroe

11. BAYU
Bayu adalah seorang pria tampan berusia 21 tahun. Tipologi Bayu atletis dengan karakter yang tenang. Tokoh Bayu dalam skenario ini hanya tampil sesaat, ketika Rina sedih melihat hubungan cinta yang erat antara Rani dan Thio. Melihat kesedihan Rina, Bayu berusaha menghibur. Siapakah Bayu sebenarnya? Itu akan terjawab dalam sekuel skenario Perjalanan Kenangan, yang berjudul: Perjalanan Kenangan of Life.
CASTING: Maaf, untuk yang ini sengaja dirahasiakan. Buat kejutan!

Demikianlah Profil Tokoh Perjalanan Kenangan.

Kamis, 15 Oktober 2009

9. Akhir cerita yang tak terduga, dan ada beberapa hal yang belum terungkap akan pembuat penonton penasaran untuk kembali menonton film ini, juga menonton sekual dari film ini.

Banyak film yang telah diproduksi, yang akhir ceritanya sangat mudah ditebak. Dengan tema cinta segi tiga yang telah banyak diangkat ke layar lebar, Skenario Film Perjalanan Kenangan tidak menyajikan akhir cerita yang klise seperti film kebanyakan, yaitu salah satu tokohnya pasti meninggal dunia karena sakit.
Dengan struktur dramatik yang terjaga sepanjang cerita, yang melibatkan emosional. Dimana setiap kisah saling melengkapi, akan menimbulkan rasa penasaran sampai kepada klimaks. Inilah yang menyebabkan akhir cerita Perjalanan Kenangan tidak mudah diduga.
Selain itu ada beberapa informasi yang belum diungkap dalam cerita ini, akan menarik penonton untuk menonton sekuel dari film ini.

10. Dengan skenario ini telah diterbitkan lebih dulu dalam bentuk buku, akan lebih mendekatkan penonton akan cerita Perjalanan Kenangan. Sehingga tercipta chamistry antara penonton dan pecinta buku skenario ini.

Banyak film yang diproduksi berdasarkan adaptasi dari novel best seller. Ambil contoh yang paling fenomenal yaitu Eiffel...I’m in Love, Dealova, Laskar Pelangi, Ayat-Ayat Cinta, Kambing Jantan juga Ketika Cinta Bertasbih. Begitu juga sebaliknya, banyak skenario film yang diadaptasi menjadi novel.
Dengan hadirnya Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan, yang tersedia dalam jaringan toko buku on-line www.bookoopedia.com, www.kampusbook.com, dan www.jendelailmu.com, diharapkan buku ini dapat lebih mendekatkan penonton akan cerita perjalan kenangan.
Adanya chemistry antara pembaca buku diharapkan dapat menarik masyarakat lebih luas untuk menonton film ini. Sebab orang biasanya penasaran, ingin tahu, seperti apa sih novel atau buku yang diadaptasi jadi film itu. Apa lebih bagus, atau sebaliknya. Rasa penasaran ini dapat meningkatkan animo masyarakat untuk nonton.

11. Dengan semua keistimewaan tersebut, film dari sinopsis ini diharapkan dapat menembus box office film Indonesia.

Itulah point yang menjadi kekuatan dari skenario film Perjalanan Kenangan. Analisa kekuatan skenario bisa ditulis apa saja, sekecil apapun itu yang mungkin cuma diketahui oleh penulisnya, asal masih tetap berkaitan dengan isi skenario, dan itu memang menjadi salah satu kekuatan dari skenarionya.
Buat teman2 yang sudah baca hingga sejauh ini, aku ucapkan terima kasih banyak. Komen, saran, atau kritiknya tetap ditunggu.
Oke, minggu depan kita bahas Profil Tokoh Perjalanan Kenangan.

Thx,
Kurniwan Todi
Penulis Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan

Minggu, 11 Oktober 2009

7. Memuat kisah cinta yang universal, antara pria-wanita, orang tua-anak, kakak-adik, juga sahabat, sehingga layak ditonton seluruh anggota keluarga.



Ini keistimewaan lain dari Skenario Film Perjalanan Kenangan. Sebagaimana teman2 tahu, banyak sekali cerita cinta, tapi hampir kesemuanya hanya melihatkan kisah cinta antara pria dan wanita dengan konflik yang menyertainya.

Dalam Perjalanan Kenangan, bukan hanya menceritakan kisah cinta antara pria dan wanita, tapi juga wujud cinta antara orang tua – ayah & ibu – kepada anak mereka, antara kakak beradik, sebab dua tokoh utamanya memang bersaudara. Juga persahabatan.

Semua cinta mereka terangkum dalam satu cerita drama mengesankan. Dengan demikian, bila skenario ini nantinya diproduksi, maka layak ditonton oleh segenap keluarga. Karena skenario ini masih muncul dalam bentuk buku, maka buku inipun layak dibaca oleh segenap anggota keluarga.



8. Film dari skenario ini dapat menyajikan sinematography yang indah mengenai Jakarta dan Yogyakarta, juga daerah-daerah lain yang dilewati kereta api sepanjang perjalanannya dari Yogyakarta menuju Jakarta.



Coba teman2 bayangkan, Jakarta di malam hari. Yang penuh dengan kilatan cahaya dari kendaraan bermotor yang melaju di jalan raya, di antara gedung-gedung pencakar langit. Ke sebuah kereta yang melaju di bawah kolong jembatan.

Bayangkan pula Yogyakarta di pagi hari. Saat kereta api memasuki Stasiun Tugu. Dan jalan-jalan di Yogyakarta.

Banyak orang terkesan oleh dua kota besar di Pulau Jawa ini. Jakarta yang sibuk, bahkan di malam hari. Yogyakarta yang bersahaja. Banyak yang terkesan dengan panorama indahnya. Bahkan menjadi inspirasi bagi sebuah lagu berjudul: ........., yang dinyanyikan oleh.....

Keindahan dan keanggunan kereta api, yang melaju menuju Jakarta di malam hari, di antara derasnya hujan. Melewati berbagai daerah yang dilaluinya. Di antara kisah yang tak terucap, dan bergulir seiring waktu berlalu. Akan menambah kesan tersendiri dalam penyajian sinematography.

Bayangkanlah.

Pastikan imajinasimu seluas samudera!

Jumat, 02 Oktober 2009

Setelah dibahas tentang symbol kereta api dalam buku Skenario Film Perjalanan Kenangan, ini masih merupakan kelanjutan dari fungsi kereta api dalam Skenario Film Perjalan Kenangan, yaitu:

1. Release. Inilah fungsi lain kereta api dalam skenario film Perjalanan Kenangan. Setelah cerita menanjak, kereta api difungsikan sebagai release, dimana cerita dikembalikan dalam posisi tenang.
2. Key turning point. Setelah dalam posisi tenang, cerita dikembalikan lagi dalam konflik, untuk masuk ke sequence berikutnya.


Selanjutnya kita bahas point kelima, yaitu:

5. Kisah Perjalanan Kenangan berbeda dengan film-film bertema cinta remaja lain yang terpaut cinta segitiga. Biasanya di film-film tersebut salah satu tokohnya pasti sakit, lalu meninggal. Hal itu tidak terjadi di Perjalanan Kenangan.

Skenario Film Perjalanan Kenangan bercerita tentang cinta segi tiga. Cinta segi tiga seperti tema yang tidak habis-habisnya dijadikan tema dalam lagu, novel maupun film. Bedanya, Perjalanan Kenangan tidak menyampaikan hal yang klise seperti kebanyakan film lain yang bertema sama.
Di film lain, salah satu tokoh dari cinta segi tiga ini pasti mengalami penyakit kronis yang dapat merengut nyawanya. Di akhir cerita bisa ditebak, bila akhirnya tokoh yang sakit itu akan meninggal dunia. Tinggallah dua tokoh yang tersisa memadu cinta. Tapi hidup tidak berjalan seperti itu. Dan inilah yang hendak disampaikan dalam kisah Perjalanan Kenangan.

6. Cerita disampaikan secara flashback, yang membawa penonton sampai ke puncak klimaks, dengan jalan cerita yang tidak mudah ditebak.

Coba teman2 hitung. Berapa banyak film yang menggunakan flashback dalam penceritaan? Pasti banyak sekali kan?
Skenario Film Perjalanan Kenangan menggunakan flashback dalam ceritanya, karena itulah yang paling sesuai untuk cerita ini, yang dapat memberi kesan sekaligus tanda tanya, kemana arah cerita ini akan berakhir?
Dalam buku Skenario Film Perjalanan Kenangan, konflik sudah muncul bahkan sejak scene pertama dimulai. Dimana tokoh utama dihadapkan pada satu permasalahan yang mendorongnya menempuh perjalanan jauh dari Jakarta ke Yogyakarta.
Dan saat tokoh utama bersama tokoh lainnya melakukan perjalan balik ke Jakarta. Di sinilah para tokoh terkenang akan kisah percintaan segi tiga yang terjadi di antara mereka di masa lalu, tanpa membicarakannya.
Dimana setiap tokoh punya cerita sendiri yang akhirnya membentuk sebuah cerita yang utuh, solid, dengan beragam konflik yang dihadapinya.

Penasaran sama kisah selengkapnya dari cerita Perjalanan Kenangan? Teman2 bisa membelinya di toko buku on-line: www.bookoopedia.com, www.kampusbook.com, dan www.jendelailmu.com.
Teman2 juga dapat melihat simple chapternya di link: www.bookoopedia.com
Bagi teman2 yang masih khawatir tentang transaksi elektronik, saat ini UU telah melindungi setiap transaksi elektronik yang dilakukan. Jadi jangan khawatir, sebab buku ini tidak tersedia di toko buku konvensional.

Kamis, 24 September 2009

Hari Raya Idul Fitri telah berlalu. Berharap 11 bulan yang akan datang hati kita tetap senantiasa FITRI. AMIN. Bagi yang mudik dan mau kembali, penulis mengucapkan selamat dalam perjalanan pulang.
Melanjuti duskusi minggu lalu, kini akan dibahas point 4 dari Analisa Kekuatan Skenario Film Perjalanan Kenangan. Selamat Membaca, dan ditunggu komentnya.
Salam,
Penulis

4. Penggunaan kereta api dalam kisah ini bukan hanya sebagai alat transportasi melainkan juga sebagai simbol dalam jalinan kisah tersebut.

Kereta api di Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan mempunyai empat fungsi:
1. Alat transportasi utama bagi para tokoh. Sebab dalam perjalanan kereta api itulah kisah Perjalanan Kenangan berawal, berjalan dan berakhir. Dalam kelamnya malam. Dalam derasnya hujan. Para tokoh terkenang akan masa lalu mereka tanpa membicarakannya. Itulah mengapa skenario ini diberi judul: PERJALANAN KENANGAN.
2. Rangkaian simbolis dalam jalinan kisah tersebut. Seperti disebutkan, kereta api mempunyai pesan simbolis yang hendak disampaikan. Ambil contoh penggunaan symbol kereta api dalam opening title sequence, seperti berikut ini.


SC.02. EXT. JALAN RAYA – LINTASAN KERETA – MALAM.

Beberapa CUT TO ruas jalan macet, di antara gedung pencakar langit.

INSERT:

Kereta melaju di bawah jembatan layang yang dipadati kendaraan.

CUT TO:

Padakah teman2 dapat mengira, apa sih, yang ingin disampaikan dalam scene ini?

Mungkin ada yang bertanya, mengapa harus ada shot tentang kereta api yang melaju di bawah jembatan layang, di antara padatnya kendaraan? Atau, kenapa tidak dipilih tempat lain untuk scene ini, misalnya stasiun? Ini kan, scene awal!
Jawaban:
Kereta api melaju di bawah jembatan layang, bisa disimbolkan situasi tokoh dalam kondisi tertekan, di antara padatnya kendaraan, menyimbolkan hiruk-pikuk kehidupan yang berjalan tidak sesuai dengan harmoni.
Kehidupan sendiri adalah rangkaian kehidupan, jauh sebelum kita.
Kita ada berkat orangtua kita. Orangtua kita ada karena nenek-kakek. Nenek-kakek karena ada nenek moyang, dan seterusnya hingga akhirnya sampailah pada titik awal. Yaitu penciptaan Adam dan Hawa. Inilah symbol dari jembatan layang. Penghubung antara masa lalu, masa kini dan masa depan.
Jadi kehidupan kita, sudah jauh dari yang kita kira sebelumnya. Jauh dari stasiun. Dan kita masih dalam perjalanan. Begitu pun apa yang terjadi di masa lalu, di masa kini dan di masa depan. Akan saling terkait seperti rel kereta, yang tidak bisa terpisahkan.
Simbolisasi ini tidak bisa divisualisasikan dengan baik bila alat transportasinya menggunakan moda transportasi lain, seperti kapal, pesawat, mobil atau motor, terlebih becak! Iya ‘kan?

Dalam buku Skenario Film Perjalanan Kenangan, masih ada beberapa symbol lain yang menggunakan kereta api sebagai symbol visualnya. Bisakah teman2 coba jelaskan?

Kamis, 17 September 2009

Sebelum melanjutkan diskusi Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan, dan untuk menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1430 H, perkenankan penulis mengucapkan Minal Aidhin Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga kita semua menjadi orang yang bertakwa di hari yang fitrih, dan terus berlanjut hingga 11 bulan ke depan karena itulah hakikat puasa yang sebenarnya.

Bersama ini penulis juga ingin mengucapkan Minal Aidhin Wal Faizin dan terima kasih yang tak terhingga kepada:
MIKAEL JOHANI.
SITA SHIDHARTA.
BERNIS HELENA.
ARIS NUGRAHA.
IMAM HILLMAN.
EVI WIDIARTI.
ARMANTONO.
Terspecial JUJUR PRANANTO
Sekali lagi penulis mengucapkan terima kasih, dan selamat berlebaran.

Melanjutkan diskusi minggu lalu, maka kita sudah sampai pada point ke-3 dari Analisa Kekuatan Skenario Film Perjalanan Kenangan. Berikut point-nya:


3. Didukung aktris dan aktor terbaik Indonesia saat ini, yang bukan hanya pandai berakting tapi juga bernyanyi, sehingga dapat mengisi sound-track film bila skenario ini diproduksi. Baik menyanyikannya secara trio, duo ataupun solo.

CATATAN: Nama-nama dalam daftar casting adalah nama yang sangat diharapkan dapat bermain bila skenario ini diproduksi. Dan untuk point ini, akan dibahas lebih lengkap pada topik Profil Tokoh Perjalanan Kenangan.

Kepada semua teman2 yang telah membaca diskusi ini, saya juga mengucapkan Minal Aidhin Wal Faizin. Mohon Maaf Lahir dan Batin. Dan berterima kasih karena berkenan membaca diskusi sederhana ini. Namun begitu, saya sangat menunggu komen, saran atau bahkan kritis atas diskusi ini.

Assalamualaikum wr wb
Kurniawan Todi
Penulis Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan

Minggu, 13 September 2009

Setelah tahu format skenario film puisi Perjalanan Kenangan, mungkin ada yang bertanya, untuk apa sih ada puisi yang melatar-belakangi credit title? Jawabannya ada di point ke-2 dari Analisa Kekuatan Skenario Film Perjalan Kenangan, seperti yang tertulis di bawah ini:

2. Puisi yang disampaikan merupakan isi, spirit, sekaligus kekuatan bagi skenario ini, sehingga kisah dalam skenario ini dimulai, berjalan, dan berakhir.

Point ini merupakan penjelasan fungsi puisi tersebut. Jadi puisi itu bukan sekedar puisi, tanpa ada kaitannya dengan cerita Perjalanan Kenangan secara keseluruhan. Puisi ini punya benang merah yang amat kuat, tersirat dalam setiap adegan dalam skenario film Perjalanan Kenangan.
Puisi itu menggambarkan betapa agungnya cinta, yang patut diperjuangkan dengan segenap jiwa dan raga, walau disana ada onak dan duri, ada suka dan duka. Cinta itu penuh tantangan. Seorang pencinta harus berani menempuh semua tantangan tersebut.
Tapi jangan lupa, dimana pun kita melabuhkan cinta kita pada yang tercinta, masih ada cinta yang lebih kuat, lebih hebat dan lebih dahsyat, yaitu cinta ibu. Yang selalu memanggil kita dalam setiap doanya.
Penjelasan selengkapnya tentang puisi ini, dapat kamu lihat nanti pada diskusi berikutnya. Jadi pastikan, kamu terus mengikuti diskusi buku Skenario Film Perjalanan Kenangan.

Kamis, 03 September 2009

Melanjuti diskusi minggu lalu, kita bahas lagi kelanjutannya. Selamat membaca!
Seperti judulnya, Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan, dan bukan buku kumpulan puisi, maka puisi tersebut harus diterjemahkan dalam bentuk skenario, yang harus mampu divisualisasikan, karena skenario adalah bahasa visual yang harus dapat direkam kamera.

Berikut adalah kutipan puisi dalam format skenario, yang dapat kamu lihat selengkapnya di simple chapter http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-28703/skenario-film-layar-lebar-perjalanan-kenangan.html.

Warning!
Kamu harus kreatif berimajinasi untuk dapat menyelami intisari dari puisi tersebut yang divisualisasikan dalam berbagai bentuk adegan yang melatar-belakangi creadit title.

Selamat berimajinasi!
Pastikan imajinasimu seluas samudera!

-------------------------------------------------------------------------------------

TITLE CARD 1

FLASHES:

SC.01 RANGKAIAN ADEGAN MELATAR-BELAKANGI CREDIT TITLE.

-(Ext. Pantai – Pagi). Kamera TILT UP dari laut yang tenang ke lepas pantai, berlatar belakang gunung dengan awan-awan putih berarak di atasnya.

RINA (V.O.)
Jika pujangga cinta memanggilmu.
Datanglah. Cinta akan membawamu mendaki gunung.

-(Ext. Tebing – Jurang – Kawah – Pagi). Kamera LS tebing yang tinggi, jurang yang dalam, dan kawah yang aktif.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Di sana tebing, jurang, magma.

-(Ext. Hutan – Siang). Kamera TRACK IN hutan tropis yang dialiri sungai deras.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Terhampar permadani hijau berseri.

-(Ext. Air Terjun – Sore). Kamera TILT UP dari gemericik air di telaga ke puncak air terjun.

RINA (V.O.) (CONT’D)
-----------------------------------------------------------------------------------
Sungai, sutra bertingkat.

-(Ext. Laut – Kapal Nelayan – Malam). Berawal dari layar yang dikembangkan. Tampak kapal melaju di laut lepas.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bila kidung cinta menuntunmu.
Ikutilah. Kembangkan layar menuju laut harapan.

CUT TO:

Laut diliput badai. Sebuah kapal terombang-ambing di atasnya.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Ombak, gelombang, badai.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Pantai – Kapal Nelayan dan Kapal Pesiar Mewah – Siang). Dari untaian mutiara yang berkilauan, kamera TILT DOWN jaring yang direntangkan, lalu ikan-ikan berluncuran di atas dek kapal.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Mutiara. Terbentang karunia.

Kamera LS kapal pesiar mewah melintasi tepi pantai yang indah.

RINA (V.O.) (CONT’D)
-------------------------------------------------------------------------------------
Angin, pembawa kabar gembira.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Alun-alun Kota Tua – Sore). Kawanan burung merpati terbang di atas alun-alun kota tua, bertengger di ranting pohon dan gedung.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bila bait cinta menyerumu. Terbanglah. Bentangkan sayap bagai pujian surgawi.

-(Ext. Pesisir Pantai – Malam). Kilat, petir, dan badai, melanda daerah di pesisir pantai dengan laut yang bergejolak.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Kilat, petir bergemuruh, pusaran angin.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Gunung – Pagi). Matahari terbit di balik pegunungan di langit pagi yang cerah.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Tempat matahari terbit.

-(Ext. Langit – Malam). Di langit tampak bulan purnama dihiasi bintang-bintang.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bulan terbenam, bintang gemerlap.
------------------------------------------------------------------------------------
-(Ext. Perempatan Jalan – Pagi). Setelah lampu lalu lintas berwarna kuning, kendaraan melaju.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Namun, kemana pun cintamu berlayar.

-(Ext. Bandara dan Pelabuhan Tua – Siang). Pesawat mendarat di landasan. Kapal tua berlabuh di dermaga tua.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Berlabuhlah. Berlabuhlah di dermaga penuh restu.

Kamera TRACK IN wanita tua yang duduk termangu seorang diri di tepi dermaga, kemudian berpaling pada kapal yang bersandar.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Cinta abadi Sang Ibu.

Para penumpang berlalu meninggalkan wanita tua tersebut.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Dalam diam memanggil.

Kamera CLOSE UP wanita tua yang kembali tertunduk sendu.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Dalam diam berdoa.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Taman Bunga – Siang). Sekuntum bunga anggrek bulan mekar di taman bunga.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bagi tunas-tunas taman eden.

-------------------------------------------------------------------------------------
Jadi teman2, inilah yang menyebabkan skenario film Perjalanan Kenangan beda dari skenario film pada umumnya, dan menjadi hal baru karena menvisualisasikan puisi dalam credit title-nya. Hal yang membuatnya istimewa.

Kamis, 27 Agustus 2009

Diketahui ada 11 point yang menjadi kekuatan bagi skenario film Perjalanan Kenangan. Kita akan membahasanya satu per satu. Di mulai dari point yang pertama.

1. Memberi hal baru dalam dunia perfilman dengan menyampaikan puisi dalam rangkaian adegan melatar-belakangi credit title, sebagai bentuk apresiasi dunia film terhadap dunia sastra, khususnya puisi.

Bagi teman2 yang belum membaca simple chapter Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan, tentu belum tahu isi puisi dimaksud. Berikut adalah puisi Perjalanan Kenangan.


PERJALANAN KENANGAN

Jika pujangga cinta memanggilmu.
Datanglah.
Cinta akan membawamu mendaki gunung.
Di sana tebing, jurang, magma.
Terhampar permadani hijau berseri.
Sungai, sutra bertingkat.

Bila kidung cinta menuntunmu.
Ikutilah.
Kembangkan layar menuju laut harapan.
Ombak, gelombang, badai.
Mutiara. Terbentang karunia.
Angin, pembawa kabar gembira.

Bila bait cinta menyerumu.
Terbanglah.
Bentangkan sayap bagai pujian surgawi.
Kilat, petir bergemuruh, pusaran angin.
Tempat matahari terbit.
Bulan terbenam, bintang gemerlap.

Namun, kemana pun cintamu berlayar.
Berlabuhlah.
Berlabuhlah di dermaga penuh restu.
Cinta abadi Sang Ibu.
Dalam diam memanggil.
Dalam diam berdoa.
Bagi tunas-tunas taman eden.
Setiap film pasti punya kekuatan tersendiri, yang diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk menontonnya. Berikut adalah Analisa Kekuatan Skenario Film Perjalanan Kenangan, dengan satu keistimewaan bagi kalian yang membaca bukunya ialah, memberi ruang imajinasi yang luas tentang kisah Perjalanan Kenangan. Maka, pastikan imajinasimu seluas samudera!

ANALISA KEKUATAN SKENARIO PERJALANAN KENANGAN


1. Memberi hal baru dalam dunia perfilman dengan menyampaikan puisi dalam rangkaian adegan melatar-belakangi credit title, sebagai bentuk apresiasi dunia film terhadap dunia sastra, khususnya puisi.
2. Puisi yang disampaikan merupakan isi, spirit, sekaligus kekuatan bagi skenario ini, sehingga kisah dalam skenario ini dimulai, berjalan, dan berakhir.
3. Didukung aktris dan aktor terbaik Indonesia saat ini, yang bukan hanya pandai berakting tapi juga bernyanyi, sehingga dapat mengisi sound-track film bila skenario ini diproduksi. Baik menyanyikannya secara trio, duo ataupun solo.
4. Penggunaan kereta api dalam kisah ini bukan hanya sebagai alat transportasi melainkan juga sebagai simbol dalam jalinan kisah tersebut.
5. Kisah Perjalanan Kenangan berbeda dengan film-film bertema cinta remaja lain yang terpaut cinta segitiga. Biasanya di film-film tersebut salah satu tokohnya pasti sakit, lalu meninggal. Hal itu tidak terjadi di Perjalanan Kenangan.
6. Cerita disampaikan secara flashback, yang membawa penonton sampai ke puncak klimaks, dengan jalan cerita yang tidak mudah ditebak.
7. Memuat kisah cinta yang universal, antara pria-wanita, orang tua-anak, kakak-adik, juga sahabat, sehingga layak ditonton seluruh anggota keluarga.
8. Film dari skenario ini dapat menyajikan sinematography yang indah mengenai Jakarta dan Yogyakarta, juga daerah-daerah lain yang dilewati kereta api sepanjang perjalanannya dari Yogyakarta menuju Jakarta.
9. Akhir cerita yang tak terduga, dan ada beberapa hal yang belum terungkap akan pembuat penonton penasaran untuk kembali menonton film ini, juga menonton sekual dari film ini.
10. Dengan skenario ini telah diterbitkan lebih dulu dalam bentuk buku, akan lebih mendekatkan penonton akan cerita Perjalanan Kenangan. Sehingga tercipta chamistry antara penonton dan pecinta buku skenario ini.
11. Dengan semua keistimewaan tersebut, film dari sinopsis ini diharapkan dapat menembus box office film Indonesia.

Diskusi Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan

Hai teman2, seperti kalian tahu Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan telah terbit. Tersedia di toko buku on-line: www.bookoopedia.com, www.kampusbook.com, dan www.jendelailmu.com, kamupun bisa lihat simple chapternya di link:
http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-28703/skenario-film-layar-lebar-perjalanan-kenangan.html

Untuk lebih mendekatkan teman2 tentang buku tersebut, atau ada teman2 yang ingin bertanya, masih penasaran sama buku tersebut, atau hal lainnya terkait buku itu, maka kami buka forum diskusi ini untuk kita sama-sama membahasnya.
Topik pertama yang hendak dibahas ialah Analisa Kekuatan Skenario Film Perjalanan Kenangan, yang akan disampaikan secara bertahap, dan akan dibahas topik lainnya. Bila ada komentar, pertanyaan, kami dengan senang hati menjawabnya.

Terima kasih,
Tim Promosi

Senin, 17 Agustus 2009

PERJALANAN KENANGAN


Jika pujangga cinta memanggilmu.
Datanglah.
Cinta akan membawamu mendaki gunung.
Di sana tebing, jurang, magma.
Terhampar permadani hijau berseri.
Sungai, sutra bertingkat.

Bila kidung cinta menuntunmu.
Ikutilah.
Kembangkan layar menuju laut harapan.
Ombak, gelombang, badai.
Mutiara. Terbentang karunia.
Angin, pembawa kabar gembira.

Bila bait cinta menyerumu.
Terbanglah.
Bentangkan sayap bagai pujian surgawi.
Kilat, petir bergemuruh, pusaran angin.
Tempat matahari terbit.
Bulan terbenam, bintang gemerlap.

Namun, kemana pun cintamu berlayar.
Berlabuhlah.
Berlabuhlah di dermaga penuh restu.
Cinta abadi Sang Ibu.
Dalam diam memanggil.
Dalam diam berdoa.
Bagi tunas-tunas taman eden.

Kamis, 13 Agustus 2009

Out Now

Dapatkan Buku: Skenario Film Perjalanan Kenangan, di www.bookoopedia.com, www.kampusbook.com, www.jendelailmu.com, dan lihat simple chapternya di link: http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-28703/skenario-film-layar-lebar-perjalanan-kenangan.html

Senin, 03 Agustus 2009

Promo Book & Ebook
Cooming Soon
Skenario Film
Perjalanan Kenangan

Penulis: Kurniawan Todi

Sinopsis
Perjalanan Kenangan

Tema : Percintaan remaja.
Gendre : Drama.
Premise : Cinta seorang ibu akan membawa kembali apa yang telah pergi.
Logline : Kerinduan hati seorang ibu terhadap anaknya, tak akan pernah padam walau terhalang jarak, waktu dan tempat.

Berbekal secarik kertas bertuliskan alamat Rani, Rina menempuh perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta dengan menggunakan kereta malam untuk menjemput adiknya itu. Yang lebih dari satu setengah tahun pergi meninggalkan rumah untuk menikah dengan pria yang dicintai dan mencintainya, Thio.
Hubungan mereka tidak direstui ayah karena sebelum Thio berkenalan dengan Rani, yang saat itu datang untuk mengisi liburan kuliah, pemuda itu adalah kekasih Rina. Karena itu ayah menganggap Thio sebagai pemuda yang suka mempermainkan perempuan, dan tidak bertangung-jawab. Terlebih, keduanya bukan lain adalah putrinya sendiri.
Rina menjemput Rani karena sejak Rani pergi, ibu selalu terkenang akan dirinya. Kerinduan yang terpendam dan tak terbendung, menyebabkan ibu menderita sakit parah. Menurut dokter, satu-satunya cara agar ibu sembuh ialah kehadiran Rani di dekatnya. Setelah bertemu dengan Rani dan Thio, Rina baru mengetahui bila keduanya telah dikaruniai seorang putri cantik bernama Kenanga.
Mengetahui ibu sakit parah, Rani dan Thio bersedia kembali ke Jakarta bersama Rina, dan membawa Kenanga ikut serta. Mereka pergi dengan menggunakan kereta malam. Di atas laju kereta, di antara hujan deras yang mengguyur sepanjang perjalanan, membawa mereka kembali ke masa lalu tanpa membicarakannya.

Penasaran dengan kisah selengkapnya dari buku “Skenario Film Perjalanan Kenangan”?
Dapatkan buku “Skenario Film Perjalanan Kenangan” ini, di toko buku online:
www.bookoopedia.com
Online Bookstore, Free Shipping Cost
Buy Globally, Pay Locally
Beli buku-buku Amazon dari Indonesia
No Credit Card needed, bayar rupiah

Email : sales@bisnis2030.com
YM : bisnis2030@yahoo.com
Blog : www.bookoopedia.multiply.com

Minggu, 02 Agustus 2009



Perjalanan Kenangan

Buku Skenario Film
PERJALANAN KENANGAN
Sinopsis Singkat

Kisah cinta kakak beradik, Rina dan Rani dengan seorang pemuda, Thio. Sebelum memilih Rani, Thio dan Rina lebih dulu berpacaran, maka ayah pun tidak merestui hubungan Rani dan Thio. Lalu keduanya pergi ke Yogyakarta. Merindukan Rani membuat ibu sakit parah. Kehadiran Rani jadi satu-satunya penyembuh. Rina mencari Rani dan membawanya pulang bersama Thio. Di atas laju kereta, di antara hujan lebat, membawa mereka kembali pada masa lalu tanpa membicarakannya.