Kamis, 03 September 2009

Melanjuti diskusi minggu lalu, kita bahas lagi kelanjutannya. Selamat membaca!
Seperti judulnya, Buku Skenario Film Perjalanan Kenangan, dan bukan buku kumpulan puisi, maka puisi tersebut harus diterjemahkan dalam bentuk skenario, yang harus mampu divisualisasikan, karena skenario adalah bahasa visual yang harus dapat direkam kamera.

Berikut adalah kutipan puisi dalam format skenario, yang dapat kamu lihat selengkapnya di simple chapter http://www.bookoopedia.com/daftar-buku/pid-28703/skenario-film-layar-lebar-perjalanan-kenangan.html.

Warning!
Kamu harus kreatif berimajinasi untuk dapat menyelami intisari dari puisi tersebut yang divisualisasikan dalam berbagai bentuk adegan yang melatar-belakangi creadit title.

Selamat berimajinasi!
Pastikan imajinasimu seluas samudera!

-------------------------------------------------------------------------------------

TITLE CARD 1

FLASHES:

SC.01 RANGKAIAN ADEGAN MELATAR-BELAKANGI CREDIT TITLE.

-(Ext. Pantai – Pagi). Kamera TILT UP dari laut yang tenang ke lepas pantai, berlatar belakang gunung dengan awan-awan putih berarak di atasnya.

RINA (V.O.)
Jika pujangga cinta memanggilmu.
Datanglah. Cinta akan membawamu mendaki gunung.

-(Ext. Tebing – Jurang – Kawah – Pagi). Kamera LS tebing yang tinggi, jurang yang dalam, dan kawah yang aktif.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Di sana tebing, jurang, magma.

-(Ext. Hutan – Siang). Kamera TRACK IN hutan tropis yang dialiri sungai deras.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Terhampar permadani hijau berseri.

-(Ext. Air Terjun – Sore). Kamera TILT UP dari gemericik air di telaga ke puncak air terjun.

RINA (V.O.) (CONT’D)
-----------------------------------------------------------------------------------
Sungai, sutra bertingkat.

-(Ext. Laut – Kapal Nelayan – Malam). Berawal dari layar yang dikembangkan. Tampak kapal melaju di laut lepas.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bila kidung cinta menuntunmu.
Ikutilah. Kembangkan layar menuju laut harapan.

CUT TO:

Laut diliput badai. Sebuah kapal terombang-ambing di atasnya.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Ombak, gelombang, badai.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Pantai – Kapal Nelayan dan Kapal Pesiar Mewah – Siang). Dari untaian mutiara yang berkilauan, kamera TILT DOWN jaring yang direntangkan, lalu ikan-ikan berluncuran di atas dek kapal.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Mutiara. Terbentang karunia.

Kamera LS kapal pesiar mewah melintasi tepi pantai yang indah.

RINA (V.O.) (CONT’D)
-------------------------------------------------------------------------------------
Angin, pembawa kabar gembira.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Alun-alun Kota Tua – Sore). Kawanan burung merpati terbang di atas alun-alun kota tua, bertengger di ranting pohon dan gedung.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bila bait cinta menyerumu. Terbanglah. Bentangkan sayap bagai pujian surgawi.

-(Ext. Pesisir Pantai – Malam). Kilat, petir, dan badai, melanda daerah di pesisir pantai dengan laut yang bergejolak.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Kilat, petir bergemuruh, pusaran angin.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Gunung – Pagi). Matahari terbit di balik pegunungan di langit pagi yang cerah.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Tempat matahari terbit.

-(Ext. Langit – Malam). Di langit tampak bulan purnama dihiasi bintang-bintang.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bulan terbenam, bintang gemerlap.
------------------------------------------------------------------------------------
-(Ext. Perempatan Jalan – Pagi). Setelah lampu lalu lintas berwarna kuning, kendaraan melaju.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Namun, kemana pun cintamu berlayar.

-(Ext. Bandara dan Pelabuhan Tua – Siang). Pesawat mendarat di landasan. Kapal tua berlabuh di dermaga tua.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Berlabuhlah. Berlabuhlah di dermaga penuh restu.

Kamera TRACK IN wanita tua yang duduk termangu seorang diri di tepi dermaga, kemudian berpaling pada kapal yang bersandar.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Cinta abadi Sang Ibu.

Para penumpang berlalu meninggalkan wanita tua tersebut.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Dalam diam memanggil.

Kamera CLOSE UP wanita tua yang kembali tertunduk sendu.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Dalam diam berdoa.

LAP DISSOLVE:

-(Ext. Taman Bunga – Siang). Sekuntum bunga anggrek bulan mekar di taman bunga.

RINA (V.O.) (CONT’D)
Bagi tunas-tunas taman eden.

-------------------------------------------------------------------------------------
Jadi teman2, inilah yang menyebabkan skenario film Perjalanan Kenangan beda dari skenario film pada umumnya, dan menjadi hal baru karena menvisualisasikan puisi dalam credit title-nya. Hal yang membuatnya istimewa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar