(Depok, Kompasiana). Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, jumlah perempuan di Indonesia mencapai lebih dari 118 juta jiwa. Namun amat disayangkan sekali, peran serta perempuan dalam pembangunan ekonomi bangsa masih terbilang kecil. Ini tidak lepas dari masih banyaknya perempuan Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan dan terbelengguh dalam kebodohan.
Latar belakang keluarga yang miskin dan bodoh, melahirkan generasi yang miskin dan juga bodoh. Ini seperti lingkaran setan yang tidak ada habisnya. Terun temurun. Perempuan menjadi korban yang amat renta terhadap hal tersebut. Sistem budaya, sosial, ekonomi, bahkan agama cenderung membatasi peran perempuan. Padahal bila perempuan lebih banyak lagi dilibatkan dalam pembangunan ekonomi kebangsaan, bukan tidak mungkin angka kemiskinan, kebodohan, pengangguran dan juga kekerasan terhadap perempuan bisa lebih diatasi.
Peran Bank Syariah untuk Perempuan dan Manfaatnya
Lalu bagaimana peran bank syariah dalam memperdayakan perempuan?. Banyak sekali cara yang bisa dilakukan bank syariah sebagai institusi keuangan, salah satunya memberikan kredit mikro khusus untuk perempuan yang akan memulai usahanya. Kredit diberikan tanpa agunan, dengan proses yang mudah, cepat, efisien, dan sistem pembayaran yang fleksibel.
Mengapa kredit diberikan kepada perempuan yang akan memulai usahanya?. Sudah bukan rahasia, tanpa modal, usaha tidak akan bisa berjalan. Sekecil apapun, modal harus dikeluarkan lebih dulu. Kebanyakan perempuan sulit dalam memperoleh modal usaha. Untuk itulah kredit mikro khusus perempuan yang akan memulai usahanya ini amat penting. Inilah peran utama dari kredit mikro ini, memberi modal usaha!.
Kredit diberikan tanpa agunan karena memang, apa yang bisa diagunkan bila modal saja tidak ada?. Di sinilah pentingnya kepercayaan bank syariah terhadap perempuan amat diperlukan. Bila kredit yang diberikan, akan dikembalikan oleh perempuan yang meminjam kredit. Dari beberapa lembaga keuangan yang mengkhususkan dirinya memberikan pinjaman kepada perempuan sudah membuktikan, bila perempuan mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Lalu kenapa bank syariah tidak melakukan peran yang lebih besar?.
Banyak sekali yang mengeluh sulitnya proses pengajuan pijaman kepada bank, yang mengajukan banyak syarat. Ini harus dipermudah, sebab bila modal sudah diberikan maka usaha bisa segera dijalankan, dengan begitu pergerakkan uang bisa lebih cepat, sehingga perempuan sebagai kreditor bisa segera membayar kredit dari modal yang dipinjamnya.
Mungkin ada kekhawatiran, bagaimana bila usaha yang dijalankannya tidak berhasil atau malah bangkrut?. Untuk itulah sebagai mitra usaha, perempuan harus diberikan pendamping yang mampu memberikan bimbingan managerial, baik keuangan maupun pemasaran. Sehingga upaya perempuan untuk memulai usaha dapat berjalan berkelanjutan.
Ada baiknya kredit yang diberikan, disesuaikan dengan potensi daerah tempat dimana perempuan itu tinggal. Misalnya, bagi perempuan yang tinggal di pesisir pantai bisa diberikan modal usaha membuat kerajinan tangan dari kulit kerang, mutiara, bisa juga budidaya rumput laut dan atau produk olahannya. Dengan begitu, kredit yang diberikan akan lebih memperdayakan potensi daerah hingga menjadi produk unggulan dari daerah tersebut.
Perempuan pun diberikan kemudahan dalam melakukan pembayaran kreditnya, sesuai dengan keuntungan yang diperolehnya. Selain usaha yang dilakukan baru mulai berjalan, dan masih banyak yang harus dipelajari pada tahap awal usaha, pembayaran kredit yang lebih fleksibel akan lebih memudahkan perempuan memanage keuangannya. Setiap usaha tentu perlu waktu untuk menjadi besar, dan semuanya berawal dari yang kecil.
Mungkin ada yang bertanya, kenapa kredit mikro ini lebih ditujukan kepada perempuan? Ini sebenarnya bukan diskriminasi gender. Tetapi umumnya pria lebih mempunyai kesempatan dalam berusaha dan bekerja, sedang perempuan, bahkan hingga saat ini masih terbatas. Meski tidak bisa menutup mata banyak perempuan yang mengambil peranan penting di berbagai lembaga atau pun instansi. Tapi itu hanya bagi perempuan yang berpendidikan, sedang bagi yang tidak, dan kebanyakan demikian, hal itu menjadi impian belaka.
Perempuan yang bekerja, perempuan yang berusaha, perempuan yang cerdas, perempuan yang mandiri, akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang sehat, kuat, cerdas, kreatif, inovatif, dan religius, yang diharapkan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Sebab perempuan-perempuan karier sekalipun, biasanya tidak hanya berperan di luar rumah tangga saja, tetapi juga berperan aktif dalam membangun karekter building bagi anak-anaknya di dalam keluarga.
Selain memberi penghasilan tambahan bagi keuangan keluarga, perempuan yang mandiri berkat usahanya akan lebih dihargai dalam rumah tangga, sehingga kekerasan terhadap perempuan yang kebanyakan terjadi karena faktor ekonomi bisa diatasi.
Perempuan pun akan lebih tercover, hingga tidak mudah terjerumus ke lembah hitam menjadi PSK (Pekerja Seks Komersial), hanya karena kebutuhan ekonomi mendasar. Kebanyakan perempuan melakukannya tidak lain karena tidak ada pilihan dalam hidupnya. Bekerja tidak punya ijazah memadai, tidak punya keterampilan mencukupi, dan tidak punya modal untuk memulai usaha yang lebih baik, yang mampu menghidarkannya melakukan perbuatan seperti itu.
Dengan kredit mikro khusus perempuan yang akan memulai usahanya, diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi lingkungan sekitar. Bila semua ini bisa berjalan dan membuahkan hasilnya, diharapkan nanti tidak ada lagi perempuan yang nekad pergi bekerja ke luar negeri menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita), yang malah menjadi korban kekerasan di rumah majikan di luar negeri, atau menjadi target trafficking.
Semua ini tentu memerlukan peranan yang besar bagi semua kalangan, tidak terkecuali bagi perbankan syariah. Bukan dalam syariah Islam perempuan amat sangat dihargai?. Lewat kredit mikro khusus perempuan ini, merupakan salah satu bentuk penghargaan bank syariah terhadap peran perempuan.
Selama beberapa dekade dunia telah berjuang melawan kolonialisasi, perbudakan, dan perbedaan warna kulit. Kini saatnya dunia berjuang mengangkat perempuan ke harkat dan martabatnya yang lebih tinggi.
Bank syariah untuk perempuan, Indonesia dan dunia.
Kamis, 30 Desember 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar